Kisah Ozan Mahasiswa Dakwah Atlet Mendaftar Polisi Berujung Semi
Kisah para atlet muda berprestasi tengah menjadi sorotan. Terbaru, sprinter Lalu Muhammad Zohri, yang menjadi juara dunia U-20 untuk nomor 100 meter putra. Zohri mencetak sejarah bagi Indonesia.
Dari cabang olahraga pencak karate, ternyata ada Rifki Dzamar Rozaan(20) atau akrab disapa Ozan.
Pada Januari lalu, pemuda asal Surabaya ini mendapatkan medali perak pada kejuaraan karate tradisional tingkat dunia, WASO World Championship.
Prestasi yang diraih Ozan tak terdengar gaungnya. Padahal, jalan Ozan yang didampingi pelatihnya, Mustafa, menuju Ceko juga tidak mudah.
Ia mengungkapkan, kesulitan biaya untuk mendanai perjalanannya mengikuti kejuaraan dunia di Ceko.
Akhirnya, Ozan dan pelatihnya bisa berangkat setelah mendapatkan bantuan dari sejumlah pihak, salah satunya Korda Federasi Karate Tradisional Indonesia Kalimantan Selatan.
"Sempat bingung karena kesulitan biaya, padahal harus ngurus visa dan tiket pesawat. Tapi, kemudian kami dibantu oleh beberapa pihak asing dan dapat bantuan dari Ketua Korda Federasi Karate Tradisional Indonesia," ujar Ozan,
Ia menilai, kurangnya perhatian pemerintah terhadap atlet cabang olahraga yang ditekuninya.
"Kurang diperhatikan aja sih. Yang penting saya berangkat, saya datang ke kota orang. Saya enggak mikir pulang lah, yang penting berusaha yang terbaik, yang serius mainnya, jangan mengecewakan," kata Ozan.
Di tingkat nasional, Ozan mendapatkan medali emas saat kejuaraan nasional karate yang berlangsung di Sumedang pada Agustus 2017.
Mencari penghidupan
Sepulang mengharumkan nama Indonesia, ia kembali ke kehidupan nyata, berjuang mencari penghidupan. Serta meneruskan pendidikannya di universitas Islam negeri Surabaya.
Selain berkuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, ia juga mengadu peruntungan menjadi anggota Polisi di Surabaya. Berhasilkah Ozan?
Kini, Ozan menjalani kuliah di UINSA tersebut. Setelah ia berjuang untuk masuk ke kepolisian dengan membawa gelar kejuaraanya dalam bidang karate. Ozan ternyata tidak lolos dalam seleksi penerimaan anggota kepolisian Jatim.
Pada akhirnya Ozan melanjutkan pendidikan kuliah sambil membucin ria. Semoga kedepannya bisa menjadi anak emas bangsa dengan membasa n
"Kenapa atlet-atlet dibeda-bedakan antara atlet lain, enggak ada perhatiannya pemerintah sama atlet-atlet. Apakah pemerintahnya lagi kesibukan mengurus rakyat atau gimana," kata Ozan.
Ozan berharap, ke depannya, ada perhatian yang lebih besar dari pemerintah untuk nasib para atlet yang telah mengharumkan nama negara.
Komentar
Posting Komentar